strictly mathematical viewpoint...
it goes like this:
What Makes 100%? What does it mean to give MORE than 100%? Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%? We have all been to those meetings where someone wants you to give over 100%. How about achieving 103%? What makes up 100% in life?
Here's a little mathematical formula that might help you answer these questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O
P Q R S T U V W X Y Z
is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
Then:
H-A-R-D-W-O-R-K
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
and
K-N-O-W-L-E-D-G-E
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
But,
A-T-T-I-T-U-D-E
1+20+20+9+ 20+21+4+5 = 100%
And,
B-U-L-L-S-H-I-T
2+21+12+12+19+8+9+20 = 103%
AND, look how far ass kissing will take you.
A-S-S-K-I-S-S-I-N-G
1+19+19+11+9+19+19+9+14+7 = 118%
So, one can conclude with mathematical certainty that While Hard work and Knowledge will get you close, and Attitude will get you there, it's the Bullshit and Ass kissing that will put you over the top.
Thursday, August 30, 2007
Monday, July 16, 2007
Elephant Park Lagoi
Minggu15 Juli 2007 Sigit dan Fira sudah bangun sejak jam 5 pagi, hari ini TPA Al-Amin tempat mereka ngaji mo ngadain piknik ke Taman Gajah dan pantai 'Mana Mana beach' di Bintan Resort. Karena 4 bus carteran sudan penuh semua makanya cuma Fira yang naik bus no 3 karena lebih milih bareng temen temennya agar tidak mabok seperti kebiasaannya, sementara Sigit, Almas dan mamanya naik mobil bersama saya.
Atraksi gajah lumayan untuk hiburan anak anak, jumlahnya ada 7 ekor gajah 3 jantan dan 4 betina. Fira dan Sigit seneng banget sementara Almas ya karena belum ngerti bener cuma celingukan aja lihat orang rame plus ada binatang yang baru kali ini dia lihat. Selain itu ada ular python kuning yang lumayan menarik perhatian pengunjung elephant park yang lokasinya di tengah hutan ini. Almas dan mama sempet megang ular tersebut dan keburu diserbu oleh anak anak lain termasuk anak bule dari Amerika yang menurut ortunya juga belum pernah ngelihat ular segitu gede secara langsung.
Di akhir atraksi gajah Sigit dan Fira berkesempatan keliling taman naik gajah dengan dipandu sang pawang tentu saja, ongkosnya cukup terjangkau untuk turis local cuma dikenakan Rp 10.000,- untuk 2 orang anak sementara untuk turis manca negara dikenakan sebesar S$10 cuma....rute untuk turis lokal ga keliling masuk hutannya tapi ya cukup lha wong turisnya juga masih anak anak, Fira aja sempet khawatir mau jatuh karena waktu gajahnya jalan goyangannya cukup kuat.
Bagi yang pengen berkunjung ke elephant park lokasinya kira kira 3 Km setelah pintu masuk Bintan Resort Cakrawala yang dijaga lumayan ketet oleh gabungan Polri dan Bintan Resort security jadi cukup aman dari gangguan teroris he...he... Setelah pintu masuk kira kira 3 Km ada tanda 'elephant park' cuma ga gitu besar jadi pratiin aja jalan sebelah kiri, dari ruas jalan Bintan Resort elephant park nya kira kira kira 2Km lagi melewati jalan kampung alias ga di aspal
Mana mana beach walaupun di hari minggu ga terlalu banyak pengunjung baik local maupun mancanegara, hanya ada beberapa pasang bule yang berjemuran di sepanjang pantai dengan cuma mengenakan bikini dan sedikit 'mengganggu pemandangan' karena lagi bawa anak anak he..he... Pantainya masih tetap terpelihara dan bersih seperti kunjungan terakhir kira kira 1 tahun lalu, ya pantes aja lha wong Bintan Resort salah satu daya tariknya ya pantai jadi pihak pengelolanya pastilah cukup serius untuk maintenance nya.
Week End Story

Sabtu and minggu lalu kami memutuskan untuk tidak pulang ke Medan, padahal sebelumnya memang ada rencana untuk ke Medan dalam rangka mengantar ponakan yang sedang liburan bersama kami. Alasannya jelas bahwa karena sudah 2 hari senin berturut turut cut,i yang pertama tgl 2 Juli karena ngurus administrasi Sigit untuk ngedaftar dan test masuk di SMPN 2 yang merupakan sekolah binaan dan favorit di sini. Alhamdulillah Sigit lulus dan senin berikutnya tgl 9 Juli juga cuti lagi karena ngadain pesta syukuran dan selamatan khitanan Sigit. Jadi untuk senin ini ga enak hati untuk cuti lagi padahal tiket sudah dibeli, cuma karena sang ayah bersedia ke Medan untuk ngantar Aji siponakan ya jadinya beliaulah yang ngantar.
Sabtu selesai ngantar ayah ke Medan kita sempet keliling keliling Batam dan beli makanan favourite keluarga Pizza Hut, lokasi kali ini kita pilih Pizza Hut yang ada di Megamall Batam Centre. Walah...lumayan ramai megamallnya karena pas ada kunjungan menteri koperasi dan UKM Surya Dharma Ali beserta rombongan. Seperti biasa kalau pejabat datang kan kita kita orang kecil jadi korban ketidaknyamanan karena segala fasilitas mall hanya buat sang pejabat, lha wong jalan aja harus minggir dulu ketika sang pejabat lewat.
Foto ini waktu kita makan siang di KFC, ALmas yang baru liatin orang ramai seliweran gitu lihat mamanya makan es cream langsung nyerobot and sang Abang jadi kewalahan he...he...mungkin Almas complain kok selama ini dia dikasih makanan bubur doang setelah dikasih ngerasa ice cream ternyata ada yang lebih nikmat.
Saturday, June 30, 2007
An American, a Frenchman and an Indonesian
An American, a Frenchman and an Indonesian are stranded on a desert island. They find a magic lamp, and when they rub it a genie emerges, promising to grant each of them a wish.
The American says, "I am a businessman, and I need to get back to New York."
He disappears in a puff of smoke.
The Frenchman says, "I own a restaurant in Paris and would like to go back there." Another puff of smoke and he disappears.
The genie then asks the Indonesian what he wants.
"I feel kind of lonely. Can you bring my two friends back?"
Peluru pun Habis ...
Tak lama setelah bubarnya Uni Soviet . Sosialisme hancur , dan para birokrat tak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas . Di masa sosialisme , memang rakyat sering antri untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok , tapi manajemennya rapi , sehingga semua orang kebagian jatah . Sekarang , masyarakat tetap harus antri , tapi karena manejemennya jelek , antrian umumnya sangat panjang , dan banyak orang yang tidak kebagian jatah .
Begitulah , seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja . Di sebuah antrian roti , setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian , aktivis itu menulis di buku catatannya , " roti habis " .
Lalu dia pergi ke antrian bahan bakar . Lebih banyak lagi yang tak kebagian . Dan dia mencatat " bahan bakar habis !" , kemudian dia menuju ke antrian sabun . Wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek , banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun . Dia menulis besar-besar " SABUN HABIS ! " .
Tanpa dia sadari , dia diikuti oleh seorang intel KGB . Ketika dia akan meninggalkan antrian sabun itu , si intel menegur " Hey bung ! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus , apa sih yang kamu catat ? " .
Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat .
" Untung kamu ya , sekarang sudah jaman reformasi " , ujar sang intel , " Kalau dulu , kamu sudah ditembak " .
Sambil melangkah pergi , aktivis itu mencatat ;
" Peluru juga habis ! " .
Subscribe to:
Posts (Atom)
